Jumat, 09 Januari 2015

Manfaat Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 Pada Usaha Kecil Menengah

Manfaat Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 Pada Usaha Kecil Menengah

Kegiatan Industri yang banyak menyebabkan pencemaran lingkungan, saat ini banyak mendapat perhatian. Kini tiap industri tidak hanya ditantang untuk membuat produk berkuliatas saja. Namun industri juga harus memikirkan bagaimana untuk menimalisir dampak berbahaya bagi lingkungan. Baik dalam pemilihan bahan baku, proses produksi, sampai siklus hidup produk tersebut.

Tidak hanya industri besar saja yang menimbulkan dampak bagi lingkungan. Sejumlah limbah yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan juga berasal dari UKM.

Sistem manajemen lingkungan ISO 14001 yang mengacu pada sistem manajemen organisasi (yaitu seperangkat elemen yang saling terkait yang digunakan untuk menetapkan kebijakan dan tujuan dan untuk mencapai tujuan-tujuan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan kegiatan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya) yang digunakan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan lingkungan kebijakan dan mengelola aspek lingkungan yang mematuhi standar ISO 14001.

Secara umum, sistem manajemen harus didasarkan pada kebijakan lingkungan yang mengandung karakteristik sebagai berikut:
1. Tujuan, metode, dan waktu untuk memenuhi persyaratan lingkungan dan
usaha sukarela;
2. Prosedur untuk menjaga dokumentasi yang sesuai berkaitan dengan
tujuannya;
3. Struktur didefinisikan dan tanggung jawab untuk setiap tugas bersama 
dengan ketersediaan sumber daya yang memadai;
4. Tindakan perbaikan dan pencegahan serta prosedur darurat;
5. Rencana pelatihan karyawan dengan update berkala untuk menentukan 
tujuan dari EMS, tanggung jawab, dan resiko; dan
6. Sebuah rencana untuk audit berkala kinerja organisasi dalam mencapai 
tujuan dan seberapa baik sistem manajemen lingkungan membantu 
organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Beberapa manfaat yang dirasakan dari penerapan ISO 14001 dalam usaha menegah kecil dapat digambarakn menjadi empat faktor utama yaitu:
1. Meningkatkan reputasi dan citra perusahaan
2. Meningkatkan semangat staf dan motivasi
3. Laba, kinerja dan peluang
4. Loyalitas pelanggan dan kepercayaan.

Selain itu,  manfaat yang dirasakan menerapkan ISO 14001 adalah kontrol yang lebih baik dalam bisnis, transparansi / keterbukaan, keuntungan pemasaran, pengurangan biaya, kurang cedera / kecelakaan lingkungan, penelitian lebih lanjut dan pengembangan, peningkatan efisiensi operasional, perusahaan gambar ditingkatkan dan budaya kerja yang lebih baik.

Untuk itu diperlukan sistem manajemen lingkungan yang baik. Baik untuk industri besar maupun usaha kecil menegah. Sistem manajemen lingkungan dimaksudkan untuk meresmikan prosedur untuk mengelola dan mengurangi dampak lingkungan. Industri menerapkan sistem tersebut untuk menjaga kepatuhan terhadap peraturan lingkungan, biaya lingkungan yang lebih rendah, mengurangi risiko, melatih karyawan, mengembangkan indikator dampak, dan meningkatkan kinerja lingkungan.





Sumber

1. Environmental Management System and ISO 14001 Certification for Construction Firms – Gwen Christini, Michael Fetsko, and Chris Hendrickson, M.ASCE
2. The Effect of ISO 14001 Environmental Management System Implementation on SMEs Performance: An Empirical Study in Malaysia - Goh Yen Nee, Nabsiah Abdul Wahid

Penilaian Daur Hidup Botol PET (Polyethylena Terephtalate) Pada Produk Minuman


Produk minuman teh yang pada awalnya dikemas dengan menggunakan kemasan botol gelas, saat ini beralih menggunakan kemasan botol PET. Bahan kemasan polyethylena terephtalate (PET) adalah suatu resin polimer plastik termoplastis dari kelompok poliester. Kecenderungan peningkatan limbah kemasan PET, berdampak negatif terhadap permasalahan lingkungan, dimana sebagian besar bahan kemasan plastik tidak dapat didaur-ulang oleh lingkungan, sehingga perlu dilakukan suatu pengkajian mengenai jenis kemasan yang paling baik terhadap lingkungan dengan menggunakan metoda Life Cycle Assessment (LCA).

LCA adalah suatu metoda yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dampak lingkungan yang disebabkan oleh suatu produk selama proses produksi atau aktivitas selama siklus hidupnya dan aliran bahan yang terjadi di dalam proses produksi produk tersebut.

Berdasarkan ISO 14040 (ISO 2006), kajian LCA dilakukan dalam empat tahap, yaitu: penentuan tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, analisis dampak, dan interpretasi.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi siklus hidup kemasan botol PET pada produk minuman teh mencakup analisis inventori dari sisi kebutuhan bahan baku, kebutuhan energi pada proses produksi, dan menilai dampak pencemaran lingkungan, pengelolaan limbah, dan analisis biaya. Penelitian LCA kemasan PET dilakukan pada perusahaan minuman teh di Jawa Barat dan Jawa Timur.Tahapan penelitian terdiri dari pengamatan di lapangan, studi pustaka, dan pengolahan data LCA.

Hasil penelitian dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan kajian LCA :

1. Tujuan dan ruang lingkup

Batasan atau ruang lingkup kajian meliputi proses produksi kemasan botol PET, pengguna (industri minuman teh), dan pengolahan limbah kemasan botol PET, dampak lingkungan dan analisis biaya. Ulasan dalam penelitian ini, telah membandingkan kategori dampak potensial pemanasan global (GWP), potensial pencemaran udara, potensi eutrofikasi (EP), penggunaan energi (EN), daur-ulang limbah PET, dan analisis biaya.

2. Analisis Inventori

Siklus hidup kemasan botol PET, diawali dengan proses produksi kemasan botol PET, kemudian kemasan botol PET yang telah selesai diproduksi digunakan untuk mengemas produk minuman teh. Produk tersebut akan disalurkan ke konsumen melalui distributor dan konsumen akan memanfaatkan produk tersebut sehingga dihasilkan limbah kemasan yang berpotensi mencemari lingkungan.

2.1.   Pabrik Kemasan Botol PET
Secara ringkas, kegiatan pabrik kemasan PET dalam memproduksi botol PET menggunakan bahan baku resin PET. Pengolahan dan pembentukan botol kemasan PET dalam bentuk sementara (preform) untuk dikirimkan ke pengguna atau pabrik minuman teh.

2.2. Pabrik Minuman Teh
Kegiatan pabrik pengguna kemasan PET adalah mengubah botol PET bentuk sementara (pre-form) menjadi bentuk botol kemasan PET (dalam hal ini kemasan botol volume 600mL), pengisian produk minuman teh (filling), pelabelan, pengemasan, dan distribusi dan transportasi produk teh kemasan PET ke konsumen. Selanjutnya, produk minuman tersebut dikonsumsi dan limbah kemasan botol PET dibuang atau dikumpulkan untuk didaur-ulang.

2.3.  Daur-ulang PET
Kegiatan daur-ulang limbah botol kemasan PET dimulai dari pengumpulan, pemilahan tutup botol dan label serta disortasi berdasarkan warna, kemudian botol diolah menjadi serpihan PET melalui tahapan proses penggilingan, pencucian, dan pengeringan.

3. Evaluasi Dampak Lingkungan

Cemaran lingkungan yang terjadi selama siklus hidup kemasan PET meliputi cemaran komponen fisik kimia (limbah udara, debu, kebisingan, limbah padat dan air limbah) dan komponen ekonomi.

3.1.  Komponen Fisik Kimia
Pada proses produksi kemasan botol PET, limbah yang dihasilkan dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu limbah padat, gas, debu, dan kebisingan. Pada proses produksi botol PET, dihasilkan debu akibat adanya pergerakan kendaraan pengangkut bahan baku, alat transportasi, dan penggunaan mesin produksi. Cemaran udara yang dihasilkan pada proses produksi kemasan botol PET berasal dari emisi mesin produksi. Untuk mengurangi pencemaran, sistem pengolahan debu yang dilakukan perusahaan adalah menggunakan exhause fan.

Mesin atau peralatan yang digunakan pada proses produksi kemasan botol PET menghasilkan kebisingan. Peningkatan limbah kebisingan dapat terjadi akibat meningkatnya kapasitas produksi dan menurunnya kondisi mesin. Upaya pengelolaan kebisingan yang dilakukan dengan cara perbaikan dan perawatan mesin produksi.

Limbah padat yang dihasilkan pada proses produksi kemasan botol PET berupa botol dan preform yang tidak memenuhi standar. Limbah padat tersebut tidak mendapatkan penanganan khusus melainkan dijual kepada industri olahan plastik. Limbah kemasan PET ini dikumpulkan dan didaur ulang di luar perusahaan.

Sementara limbah cair yang dihasilkan pada proses produksi kemasan botol PET dihasilkan dari kegiatan MCK (mandi cuci kakus), sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.

3.2.  Komponen Sosial dan Ekonomi
Siklus hidup kemasan botol PET lebih banyak melibatkan pekerja dibandingkan dengan kemasan botol gelas, hal tersebut menyebabkan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat akibat adanya proses daur ulang kemasan botol PET. Walaupun peningkatan pendapatan masyarakat melalui penyerapan atau penerimaan tenaga kerja tidak besar, namun diprakirakan dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat dan mendorong terciptanya peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

4. Biaya Produksi

Pada siklus hidup kemasan membutuhkan biaya, baik untuk membeli bahan baku maupun energi yang digunakan untuk mendukung proses produksi dan transportasi. Pada proses penanganan limbah kemasan, biaya yang dibutuhkan untuk menangani limbah kemasan botol PET jauh lebih besar dibandingkan botol gelas, hal ini dikarenakan banyaknya tahapan yang dibutuhkan untuk menangani limbah botol PET.Tetapi harga jual limbah kemasan botol PET jauh lebih tinggi dibandingkan kemasan botol gelas, dikarenakan kualitas limbah kemasan botol PET lebih baik dibandingkan botol gelas.

5. Simpulan dan Saran

Siklus hidup kemasan botol PET dan proses produksinya menghasilkan limbah yang tentunnya berdampak negatif bagi lingkungan. Seperti limbah cair yang berasal dari MCK, meskipun tidak terlalu membahyakan lingkungan, ada baiknya jika saluran pembuangan MCK tersebut terkelola dengan baik. Karena hal itu berkaitan juga dengan sanitaasi. Lalu limbah padat yang dihasilkan dari botol-botol yang tidak memenuhi standar, sebaiknya dikurangi dengan memilih bahan baku yang berkulitas baik agar tidak banyak botol-botol yang cacat, sehingga tidak terlalu mencemari lingkungan.

Sementara analisis biaya, harga jual kemasan botol PET adalah setengah dari harga jual botol gelas, sedangkan harga jual limbah serpihan PET tiga kali lebih tinggi dari pada pecahan gelas. Kemasan PET lebih praktis, murah dan hemat tetapi sulit didaur-ulang, sehingga kurang ramah lingkungan. Dalam hal ini berkaitan dengan pemilihan bahan baku kemasan PET. Baiknya menggunakan bahan PET yang bagus dan ramah lingkungan, sehingga dapat memperpendek siklus hidup kemasan botol PET .


Versi Word :)


Dibawah ini merupakan jurnal asli yang direview :)



Thank You :)

Dokumen Pelengkap AMDAL (UKL dan UPL)

Pencemaran Udara di Linfen China

Pencemaran Air dan Sifat Air Tercemar

Jumat, 26 Desember 2014

Pengaruh Terhadap Tata Ruang

Kebutuhan Fisiologis

Beberapa Istilah Dalam Ilmu Lingkungan

Beberapa Istilah Dalam Lingkungan

1. Aerasi
Aerasi merupakan Penambahan oksigen ke dalam air dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air.




2. Amdal (analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

AMDAL merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat pada tahap perencaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL meliputi aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan, masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan atau kegiatan.

Jenis-jenis AMDAL :
1.AMDAL Tunggal
2.AMDAL Terpadu
3.AMDAL Kawasan

3. Instalasi pengolahan air limbah (ipal)
IPAL merupakan sebutan bagi fasilitas pengolah limbah cair/air limbah yang dibuang
masyarakat ataupun industri. Daerah pemukiman atau perkotaan idealnya juga idealnya 
memiliki IPAL yang dapat menangani limbah domestik.

Setiap industri yang menghasilkan limbah pencemar seharusnya memiliki fasilitas IPAL.


Di IPAL, limbah cair diolah melalui berbagai proses untuk menghilangkan atau mengurangi 
bahan-bahan pencemar (polutan) yang terkandung dalam sehingga tidak melebihi baku mutu.

4. (International Organization for Standardization) ISO
ISO (International Organization for Standardization) adalah 
organisasi keanggotaan non-pemerintah yang independen. Mereka
memberikan spesifikasi kelas dunia untuk produk, layanan dan sistem,
untuk memastikan kualitas, keamanan dan efisiensi.

5. OHSAS 18001 (Occupational health and safety assesment series)
OHSAS 18001 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan 
Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007, menggantikan OHSAS 18001:1999, dan 
dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Manfaat pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di bawah standar 
OHSAS 18001 adalah:

1.Perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja karyawan
2.Mengurangi resiko kecelakaan
3.Motivasi karyawan lebih tinggi
4.Pengurangan biaya operasi dan biaya kecelakaan kerja
5.Meningkatkan citra & image perusahaan

6. Life Cycle Assessment (LCA)

Life Cycle Assessment (LCA) adalah teknik untuk menilai aspek
lingkungan yang potensial dan aspek potensial yang terkait dengan 
produk(atau jasa), dengan cara:

1.inventarisasi input dan output yang relevan
2.mengevaluasi dampak lingkungan yang potensial yang terkait dengan 
apa yang mereka input dan output


7. 5r
Konsep 5R :
1.Reduce : Mengurangi
2.Reuse : Menggunakan kembali
3.Recycle : Mendaur ulang
4.Re-place : Menggantikan
5.Replant : Menanam kembali


8. Global warming

Global Warming atau Pemanasan Global adalah kejadian meningkatkannya 
suhu rata-rata bumi. Pemanasan global terjadi akibat efek rumah kaca
yang ditimbulkan oleh gas-gas rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri 
merupakan peristiwa tertahannya atau terperangkapnya panas matahari 
dilapisan atmosfer bumi bagian bawah oleh gas-gas rumah kaca yang 
membentuk lapisan di atmosfer.


DAFTAR PUSTAKA
Ernawati.. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Erlangga
http://cleantechnica.com/2012/04/15/green-manufacturing/
http://www.iso.org/iso/home/standards.htm
http://www.acsregistrars.com/iso-14001
http://www.gdrc.org/uem/lca/lca-define.html
http://safeyourearth.blogspot.com/2013/11/pengertian-5r reducereuserecyclereplace.html





Jumat, 21 November 2014

Green Industry

Green Industry


Saat ini perindustrian berkembang semakin pesat. Produk yang dihasilkan dari industri sekarang pun, tidak dalam hal kualitas saja yang semakin bagus. Namun, pemilihan bahan baku, proses produksi sampai pembuangannya pun dipikirkan agar berkualitas serta ramah lingkungan. Sehingga dampak yang diterima lingkungan pun akibat proses produksi sampai pembuangan limbahnya, tidak berdampak besar bagi lingkungan. Hal ini berkaitan dengan industri ramah lingkungan atau yang biasa dikenal, Green Industry.

Seiring dengan adanya kesadaran masyarakat akan lingkungan, pembuangan limbah dalam perindustrian juga semakin diperhatikan. Dalam perindustrian, biasanya limbah sebelum dibuang, harus melewati pengelolaan limbah yang baik agar tidak merusak lingkungan. Tujuannya selain agar ramah terhadap lingkungan, limbah yang keluar  juga memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) yang berlaku.

AMDAL sendiri merupakan kajian dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup, dibuat dalam tahap perencanaan, dan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Selain AMDAL, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan limbah adalah tidak adanya limbah B3  (Bahan Beracun dan Berbahaya) yang tercecer di area industri. Agar tidak merusak lingkungan, limbah B3 memerlukan cara penanganan khusus, baik cara pengolahan maupun pembuangannya.

Konsep 5R juga semakin banyak digunakan dalam industri. Yaitu :
  1. Reduce yang berarti mengurangi
  2. Reuse yang artinya menggunakan kembali
  3. Recycle atau yang biasa kita kenal, mendaur ulang
  4. Re place atau menggantikan
  5. Replant atau menanam kembali

Penerapan dalam pengelolaan limbah industri sendiri tidak selesai sampai disitu. Masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan, misalnya dalam hal pemilihan bahan baku, sanitasi, dan lain-lainnya. Limbah industri sendiri juga bermacam-macam bentuknya, ada limbah padat, limbah cair, limbah gas, dan B3, yang masing-masing perlu cara pengelolaan tersendiri. Hal ini berfungsi untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan kita. Melindungi dan merawat bumi kita agar semakin indah dan nyaman dihuni :*

Thank You
Bye!


Daftar pustaka

https://bpkimti.wordpress.com/2010/06/10/green-industry/

http://safeyourearth.blogspot.com/2013/11/pengertian-5r-reducereuserecyclereplace.html

Sabtu, 01 November 2014

Artikel Kimia / Kimia Industri

Artikel Kimia / Kimia Industri




Yang dilampirkan diatas itu merupakan artikel kimia asli yang di review. Memang yang digunakan untuk tugas jurnal juga artikel diatas yang dipakai. Jadi sumber dan penulisnya sama. Tapi hasil reviewnya beda-beda dikit kok :) :*





Maaf atas ketelatan upload tugas :( ini kelalaian saya :( jadinya pake bahan artikel kimia yang sama :( manajemen waktu saya masih buruk :( untuk kedepannya semoga bisa lebih baik ya :*

Pusing tugas kimia ini sih gak...
*hehehe*
Cuma pusing nih besok uts fisika sama kalkulus mau ngisi apaaaa???

*aaa tolongin sayaaa*
hihihi. akhirnya seulgi muncul :*

Eh, mau ngasih ini. Tiba-tiba aja mau ngasih bonus suju-_-"
*hmm, mereka kenapa ya?*
*maklumin deh ya*
Itu diatas yang rambutnya putih kenapa ya?-_-"

*hmmm?*
*tolong untuk yang ini ampunin ya?*
Makasih semua. Bye! :*

Sabtu, 25 Oktober 2014

Jurnal Kimia dan Teknologi

Jurnal Kimia / Kimia Industri




Berikut yang terlampir diatas tersebut merupakan jurnal asli yang digunakan untuk tugas mereview jurnal.

Nama pembuat : Sunardi
Judul Asli : Kimia dan Teknologi
Judul Jurnal : Analisis Kualitas Air Sumur disekitar Saluran Pembuangan Limbah Cair Industri Gula
Sumber Jurnal : http://kimiateknologi.setiabudi.ac.id/index.php?option=com_alphacontent&view=alphacontent&Itemid=67




Dan yang diatas ini merupakan hasil review jurnalnya.

Terima Kasih :)

Pusing?


*Yayaya*
Bonus time!

Eunhyuk spesial for my friend




Bonus Seulgi nih. Seulgi gak pernah nongol -_-" Pas muncul rambutnya udah gak ombre kuning lagiii :'(



Kasih pic aja deh :* ... *karena nyari gif nya udah agak males. HUAHAHAHA*


*Pingin rambutnya :(*
Btw,


Mereka terlihat akrab ya, sist *senyum curiga* hehehe. Bye!

Jumat, 03 Oktober 2014

Sistem Periodik Unsur

1. SISTEM PERIODIK UNSUR

Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan tertentu. Semua unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut.

Contoh tabel periodik unsur

2. Perkembangan Dasar Pengelompokkan Unsur

a. Lavosier
Mengelompokkkan unsur ke dalam logam dan nonlogam. Logam merupakan konduktor, mengkilap jika digosok,dapat ditempa. Adapun nonlogam bersifat nonkonduktor dan tidak mengkilap. Nonlogam ada yang berwujud padat, cair, maupun gas. Yang berwujud pada umumnya bersifat rapuh.
Contoh logam : besi
Contoh non logam : arang

b. Triade Dobereiner (1829)
Unsur dapat dikelompokan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang disebutnya triade. Meskipun tidak berhasil menyusun cukup banyak triade, gagasan dobereiner merupakan upaya pertama dalam penggolongan unsur berdasarkan sifat-sifat yang lebih rinci.

c. Hukum Oktaf Newlands (1863)
Menyatakan bahwa sifat sifat unsur berubah secara teratur. Unsur pertama mirip dengan unsur kedelapan, unsur kedua mirip dengan unsur kesembilan dan seterusnya.
Daftar Oktaf Newland

d. Sistem Periodik Mendeleev
Menempatkan unsur-unsur dengan kemiripan sifat pada satu lajur vertikal yang disebut golongan. Unsur-unsur juga disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu lajur yang disebut periode. Sistem periodik yang disusun Mendeleev.

Sistem periodik Mendeleev
e. Sistem Periodik Modern dari Hhenry G. Moseley
Henry Moseley menunjukkan bahwa urut-urutan unsur dalam sistem periodik Mendeleev sesuai dengan kenaikan nomor atomnya.

f. Sistem Periodik Modern
Sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Lajur-lajur horizontal (periode) berdasarkan kenaikan atom, sedangkan lajur vertikal disebut golongan.

3. Sistem Periodik Modern

a. Periode
Sistem periodik modern terdiri atas 7 periode. Jumlah unsur pada setiap periode ada pada tabel berikut :





b. Golongan
Sistem periodik modern terdiri atas 18 kolom vertikal. Ada 2 cara penmaan golongan :

  • Sistem 8 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi ke dalam 8 golongan yang masing-masing terdiri atas golongan utama dan golongan tambahan

  • Sistem 18 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi ke dalam 18 golongan, yaitu golongan 1 sampai dengan 18.

Beberapa golongan unsur dalam sistem periodik memiliki nama khusus, diantaranya :


  • Golongan IA : logam alkali (kecuali hidrogen)
  • Golongan IIA :logam alkali tanah
  • Golongan VIIA : halogen
  • Golongan VIIIA : gas mulia

c. Unsur Transisi dan Transisi Dalam
  • Unsur Transisi

Unsur-unsur yang terletak pada golongan-golongan B disebut unsur transisi atau unsur peralihan. Unsur tersebut merupakan peralihan dari golongan IIA ke golongan IIIA


  • Unsur Transisi Dalam

Dua baris unsur yang ditempatkan dibagian bawah Tabel Periodik disebut unsur transisi dalam. Terdiri dari Laktanida dan Aktinida
  • Laktanida, yaitu nomor atom 57-70, semuanya 14 unsur.
  • Aktinida, yaitu nomor atom 89-102, semuanya 14 unsur.

4 . Sifat-Sifat Periodik Unsur



a.Jari Jari Atom
  • Untuk unsur-unsur segolongan, semakin banyak kulit atom, semakin besar jari-jarinya.
  • Untuk unsur-unsur seperiode, semakin besar muatan inti, maka semakin kuat gaya tarik inti terhadap elektron, sehingga semakin kecil jari-jarinya



Ukuran antar atom dapat dibandingkan dalam suatu sistem periodik dengan melihat posisi periode dan golongan unsur

b. Energi Ionisasi

Energi Ionisasi adalah besarnya energi yang diperlukan untuk melepas satu elektron dari suatu atom netral dalam wujud gas.



c. Afinitas Elektron

  • Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan atau dilepaskan apabila suatu atom menarik sebuah elektron
  • Dalam satu golongan dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung berkurang, begitu sebaliknya dari kiri ke kanan, afinitas elektron cenderung bertambah.
  • Kecuali unsur alkali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama mempunyai afinitas elektron bertanda negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan halogen
d. Keelektronegatifan

Suatu bilangan yang menggambarkan kecenderungan relatif suatu unsur menarik elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia.



e. Sifat Logam dan Nonlogam

Sifat logam bergantung pada energi ionisasi. Semakin besar energi ionisasi, semakin sukar bagi atom untuk melepas elektron, dan semakin berkurang sifat logamnya.



f. Kereaktifan

Kereaktifan suatu unsur begantung pada kecenderungannya melepas atau menarik elektron. Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA.

.
.
.
Sekian :) Seperti biasa terlampir slide juga dibawah :)
Thank you :)





Oke,
*karena saya pusing dan lelah banget*
Super bonus tentu saja ;)
*Jungkook smile~~~*
*from joy to you*
Mau pamer bias tentu saja :*

*Baekhyun >.<*
*tolong maafkan bias saya*